Pengalaman Saya Saat Tes Corona

- Maret 14, 2020

Hi, all! Saya pengin sharing pengalaman pribadi saat tes corona kemarin, hari kamis 12 Maret 2020, di RSUP Persahabatan.

Kelihatannya banyak yang masih buta caranya/ takut untuk periksa, semoga pengalaman saya kemarin bisa mencerahkan sedikit ya.

Maaf kalau bahasanya agak nggak jelas, karena kadang gue kalau ngomong suka ngalor-ngidul. I’ll try to make it as concise as i can.

First of all, kenapa kepikiran buat tes corona? Jadi, tempat olahraga yang sering gue datengin, posting kayak gini di instagram.

And i appreciate the transparency and clear timeline given. Truly, belum tentu tempat olahraga lain berani mengambil tindakan aktif dengan mengumumkan hal seperti ini. So kudos to F45 Senopati.

Gue langsung ngecek dong, selama periode 16-25 februari yg disebutkan di announcement, apakah gue berolahraga di tempat tersebut? Dan tentu saja jawabannya iya, hehe jujur lg rajin olahraga. Here’s the classes i took during that period.



Gue tidak dihubungi secara pribadi oleh tempat olahraga gue, so i assume, most likely, i was not in the same class as the suspect. Dan Puji Tuhan, saya sedang dalam kondisi sehat walafiat akhir-akhir ini. But still, gue orangnya takutan, jadi memutuskan untuk tetep tes corona.

Dan beruntungnya, salah satu teman saya yang baru kembali dr negara yg terkena dampak dari corona outbreak, got herself tested and she posted her experience on ig story, jadi saya bisa tanya-tanya ke dia.

Now where do you have to go to get tested? Bisa coba cek list RS rujukan pemerintah untuk corona ya di google. Kenapa lebih baik RS rujukan? Karena mereka pasti sdh punya tata cara khusus and have the adequate equipment to do the screening test.

Gue pribadi karena sudah menyaksikan cerita temen gue tadi di ig story, lebih memilih ke RS yg sama yaitu RSUP Persahabatan. Dr sosial media, gue lihat ada member gym lain ke RSPAD Gatot Subroto to do the testing. Jadi i assume ke semua RS rujukan pemerintah untuk corona, bisa ya.

Untuk yang mau tes di RSUP Persahabatan, bisa langsung ke Poli Khusus Klinik Edelweiss. Klinik ini ada di gedung Griya Puspa, masih di dalam komplek RSUP Persahabatan. Kliniknya punya lobby dan pintu sendiri, jadi yang pakai kendaraan pribadi, bisa langsung turun di depan klinik.

Klinik buka dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam. Setahu gue, hanya buka weekdays (cmiiw ya, kemarin nggak sempat nanya weekend buka atau nggak). Dan hasil tes bisa ditunggu 2-3 jam.

“Jadi bilangnya apa? ‘Permisi, saya mau tes corona.’ gitu?”

EXACTLY!

Awalnya gue juga ragu ngomong apa. Takutnya ntar disangka yang nggak-nggak atau langsung dimasukin bangsal isolasi, pan takut yah. Tapi setelah gue tanya temen gue yang udah tes duluan, ternyata dia juga bilang hal yang sama.

Kalau sudah masuk lobby Klinik Edelweiss terus sudah di depan registration desk, nanti tinggal bilang ke attendant kalau kita mau tes corona. Beneran semudah itu, dan langsung dilayani kok.

“Bayarnya berapa?”

Nah ini nih guys berita nggak enaknya. The screening test for corona cost IDR 705.000, and no, tidak dicover oleh asuransi swasta manapun sejauh ini, meski dengan rujukan dokter. Jadi harus pakai uang sendiri (semua budak korporat say ‘what?’).

Dan setahu saya, tes ini juga tidak dicover oleh BPJS. Jadi benar-benar menggunakan uang pribadi. Again please correct me if i’m wrong or if you have additional information ya.

Mahal bgt yes. Saya bersyukur i still can afford to get tested, tp tes kayak gini kan bukan hanya untuk segelintir orang saja, harusnya semua orang punya hak dan akses untuk get tested easily. Semoga pemerintah can look into this problem further ya.

“Jadi di tes apa aja nih?”

1. Nanti akan diberikan formulir data pribadi dan questionaire singkat terkait symptoms + riwayat penyakit. Mohon diisi selengkap-lengkapnya dan sebenar-benarnya.

2. Setelah isi formulir dan dikembalikan ke petugas, tunggu dipanggil ke dalam ruang pemeriksaan.

3. When its your turn, nanti akan di cek kondisi badan secara keseluruhan, mulai dari suhu, berat, tekanan darah, dll sampai kadar oksigen dalam tubuh.

4. Setelah kondisi badan dicek, nanti akan diarahkan untuk diambil darahnya untuk pemeriksaan laboratorium.

5. Selesai cek darah, akan diberikan form consent untuk ronsen paru yg ditandatangani, kemudian akan diarahkan ke ruang radiologi.

6. Setelah ronsen, selesai sudah rangkaian screening test corona, dan kita tinggal tunggu 2-3 jam.

7. Setelah hasil tes nya semuanya keluar, akan dihubungi/ditelepon oleh pihak klinik, kemudian hasil tes kita akan dijelaskan oleh dokter. Baik hasil tes darah maupun tes paru.

Selama proses tes, sambil diajak ngobrol sama suster-susternya, ditanya kenapa tes, terus nanti alasannya mereka tulis di lembar questionnaire kita. Ternyata biasanya kebanyakan tes karena baru pulang dari luar negeri.

Dokternya juga akan konfirmasi terkait alasan kita saat pembacaan hasil tes. Kebetulan kemarin di RSUP Persahabatan, gue dapet dokter yang cukup komunikatif dan informatif. Jadi bisa sambil tanya-tanya juga yah guys, jangan takut.

Beliau cukup kaget dengan alasan gue, karena dia bingung, tahu darimana suspek sempet ke tempat olahraga kamu? Lah tempat olahraga nya confirm sendiri Dok. Yah bagus, transparansi di saat-saat kayak gini lebih penting untuk mencegah penularan.

Sebenernya ya seharusnya untuk kasus-kasus confirm covid-19, gue harap pemerintah bisa rilis website terpusat berisi track record pasien. Misalnya, pasien 1, lokasi A, diduga terjangkit virus saat X. Sblm dirawat, pasien 1 mengunjungi tempat B, C, D.... kayak Singapore/South Korea gitu.

Kemarin terbantu banget dengan informasi dr tempat olahraga, dari periode kapan sampai kapan pasien berolahraga ditempat gue, jadi bisa hitung-hitung masa inkubasi (meskipun masa inkubasi itu juga sebenernya nggak saklek ya).

Setelah denger riwayat gue dan liat analisis tubuh, darah dan paru-paru. Dokternya menyatakan gue sehat. Nanti akan diberikan surat keterangan seperti ini.



Now, getting a healthy result from the test doesn’t mean i’m immune to the virus ya, tuips. The letter simply state that i’m currently in good state of health.

Siapa saja perlu waspada and take precautions measure karena semua punya kemungkinan terjangkit virus ini.

Your first priority is to maintain good hygiene and make sure you are in good state of health. Wash your hands often. Eat lots and get proper sleep. Dan jangan pegang-pegang muka, ya!

Don’t overreact and don’t hoard things. But please be mindful as well. Kalau sakit, pakai masker dan usahakan jangan ke tempat umum. Yang rentan kena itu yang imun tubuhnya sedang tidak kuat alias yang sakit.

Kemarin di IG ada yang tanya, kalau nggak ada riwayat keluar negeri atau nggak ada kontak dengan confirm cases, boleh periksa nggak? Gue rasa sih boleh ya harusnya, toh kita bayar sendiri.

Kemarin ada yg cek kayaknya karena flu (Atau pneumonia? I’m not sure, nggak denger jelas), setelah cek, dianjurkan untuk periksa ke poli terkait penyakitnya, karena klinik ini nggak bisa ngeluarin obat. Tujuannya emang buat tes aja.

Ya, kurang lebih begitu pengalaman gue kemarin saat tes screening corona di RSUP Persahabatan. Ternyata tes nya nggak menyeramkan hehe. So don’t be afraid to get tested ya!!!

(Yang serem paling cuma uang yang kita keluarkan).

Semoga teman-teman semuanya selalu sehat dan dalam lindungan-Nya ya.


-- Sebut saja saya Whymsycal






Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search