Soal Ibu Kota Negara, Pendukung Ahok Keok di Depan Ustaz Haikal

- Maret 13, 2020
Tenaga ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin mengatakan ada beberapa kriteria yang diinginkan Jokowi untuk empat figur termasuk Ahok yang diproyeksikan sebagai calon pimpinan Ibu Kota Baru. Ia pun heran kenapa mantan Bupati Belitung Timur yang mesti disasar.

Sebab, selain politikus PDIP itu ada tiga nama calon lainnya. Tiga nama yaitu Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tumiyano, serta Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Empat figur ini punya lima kriteria yang diinginkan Jokowi. Beberapa kriteria yang dimaksud adalah tingkat kompetensi sampai kemampuan leadership.

"Kenapa mesti Ahok yang jadi perbincangan? Pak Presiden mengerti tentang lima faktor yang penting seperti tingkat kompetensi yang memadai sebagai sebutlah kalau dia CEO Otorita Ibu Kota yang baru," ujar Ngabalin dalam program acara Dua Sisi tvOne, Kamis malam, 12 Maret 2020.

Ustaz Haikal pun menimpali. Dengan menghela napas, ia heran kenapa harus Ahok yang dimunculkan. Ia bilang Jokowi terkesan tak ada nama lain yang diajukan.

Dia mempertanyakan kengototan pemerintahan Jokowi soal Ibu Kota Negara (IKN). Sebab, yang ia ketahui belum ada persetujuan dari DPR. Begitupun suara dari rakyat Kalimantan seperti Suku Dayak. Belum lagi suara penolakan terhadap figur Ahok yang dinilai kontroversial sebagai eks narapidana.

"Orang pemerintah sendiri bilang apakah ASN layak mantan narapidana. Jadi, pegawai negeri saja kita mesti pakai surat keterangan berkelakuan baik," tutur Haikal.

Ia menyindir biaya pemindahan IKN yang menembus Rp460 triliun. Ia meragukan kemampuan pemerintah Jokowi soal biaya. Bagi dia, janggal dengan kondisi saat ini yang defisit BPJS Kesehatan sampai kelabakan mengurus penanganan Corona tapi masih bersikeras memindahkan Ibu Kota.



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search