Surat Ibu 10 Anak Penghafal Alquran untuk Bapak di Tempat Baru

- Mei 14, 2020


Pak , bagaimana kabar hari ini ? Hari ke 7 ini ibu diantar Mas Faris, Mb Evi, Mb Ifah, Ismail, Basyir , dan cucu azima n najma ziarah ke tempat bapak yang baru. Ibu dan anak2 sungguh2 berharap agar Allah melapangkan dan menerangi kediaman bapak yang sekarang, sebagai tempat transit sebelum menuju Hari Kebangkitan dan Hari Pembalasan yang abadi.

Pak, kedatangan ibu tiap hari ini juga berharap bapak bahagia seperti yang digambarkan oleh Baginda Nabi saw “ Orang soleh itu jika sudah istirahat di alam barzakh bagaikan tidurnya seorang pengantin yang ditemani oleh sosok yang tampan dan tidak terasa melewati malam esoknya sudah pagi, tidak perlu menunggu lama esoknya sudah hari kebangkitan”.

Alhamdulillah , anak2 tiap hari ba’da shalat berupaya mendo’akan bapak sebagaimana nasihat Rasulullah saw “ Setiap amal anak cucu Adam ketika mati semuanya akan terputus kecuali tiga hal : do’a anak yang soleh, ilmu yang bermanfaat dan sodaqah jariah”.  Semoga Allah jadikan anak2 yang ditinggakan bapak adalah anak2 yang soleh hingga dengan do’a2 mereka mampu meringankan perjalanan bapak kembali menuju Allah.

Insya Allah ibu dan anak2 akan meneruskan bangunan kebaikan yang sudah dibentuk, meski sungguh berat sebab bapak unggul dalam meretas jalan kebaikan itu. Berharap pertolongan Allah agar ibu dan anak2 mampu menjaganya.

Pak, malam ini adalah malam ke 21 Ramadhan.  Ibu teringat selama bapak sehat nyaris tidak pernah ketinggalan hadir di 10 hari terakhir Ramadhan untuk ibadah i’tikaf. Sejak tahun 1991 manakala i’tikaf belum lazim dilakukan secara masif di masjid2 secara terbuka, tapi bapak sudah mulai melakukannya di Masjid at-Taqwa di Pesantren KH.Noer Ali Babelan Bekasi. Alhamdulillah. Tiap 3 malam ada utusan yang datang ke rumah untuk minta dibawakan pakaian ganti.

Kesibukan bapak sebagai anggota dewan di tahun 1999 - 2009 tidak menghalangi bapak untuk melakukan i’tikaf. Bapak ajak semua anak2 laki2 yang jumlahnya tujuh orang itu agar ikut i’tikaf. Ibu ingat pertama kali bapak  ajak anak pertama dan kedua ketika itu usia 7 thn dan 6 Thn i’tikaf di Masjid al-Khairat. Kata bapak , di malam2 ganjil bapak menyimak tasmi’ seorang hafizh . Masya Allah bapak terkagum2 dan langsung berniat untuk menjadikan anak2 juga para penghafal al-Qur’an. Sampai suatu kali bapak bilang ke ibu “Subhanallah, apa ini yang dimaksud malam lailatul qadr ? Wallahu a’lam. “.

Alhamdulillah, bapak melihat anak2 sudah mulai lancar membaca al-Qur’an dan mulai menghafal surat2 pendek di rumah. Ibu lihat wajah bapak senang karena bapak sibuk dalam urusan dakwah namun anak2 sudah belajar membaca al-Qur’an. Ibu sadar ini amanah yang harus ditunaikan agar anak2 tidak jauh dari al-Qur’an. Bapak lah yang melanjutkan ke mushaf yang hurufnya besar ketika anak2 baru masuk jilid 5 Qiroati. Setiap malam ba’da maghrib jika bapak di rumah bersama anak2 yang sudah mulai lancar membaca al-Qur’an sementara ibu meneruskan mengajarkan anak2 yang lainnya yang masih balita, ganti pakai metoda Iqra’.

Kebiasaan bapak i’tikaf di bulan Ramadhan seiring dengan maraknya perkembangan dakwah. Hingga sudah banyak masjid menyelenggarakan i’tikaf. Bapak kemudian memilih Masjid Elnusa sebagai tempat yang nyaman untuk i’tikaf. Anak2 yang kecil dibawa bapak. Sementara anak yang mulai remaja bertebaran memilih sendiri masjidnya. Ibu bersama himmah yang masih balita mencari masjid terdekat di dalam komplek Kalibata.

Pak, malam 21 Ramadhan ini karena situasi masih PSBB akibat covid19, hampir tidak ada masjid di kawasan Jabodetabek yang menyelenggarakan i’tikaf. Karena darurat, sebagian ulama berfatwa boleh i’tikaf dengan menjadikan satu tempat di rumah sebagai ‘masjid’. Jadilah, ruang perpustakaan yang bapak bangun sebagai tempat anak2 i’tikaf. Semoga Allah ridha dan mengumpulkan kita kembali di tempat terbaik di sisiNya.

Al Qur'an srt.Alfajr ayat 27 n 28 :

 “ يٰٓأَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

 ٱرْجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً

"Wahai jiwa yang tenang"

"Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha lagi diridhai-Nya."

——-

Berdo’alah di malam2 sepuluh terakhir Ramadhan , sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah saw :

اللهم انك عفو تحب العفو فاعف عني

 " ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf , mencintai sifat pemaaf, maka maafkanlah aku.."

 “Jika Allah telah mengampunimu maka semua keperluanmu pasti dicukupi tanpa engkau minta”. (Ibnul Qayyim )

Wallahu a’lam bisshawwab
Semoga bermanfaat
Mohon do’a sahabat semua untuk almarhum
Jika ada salah dan khilaf bagi yang pernah berinteraksi dengan beliau, mohon diikhlaskan dan dimaafkan
Jazakumullahu khair 🙏


- Wirianingsih
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search